Laksanakan Pilkada Serentak dengan Aman dan Jujur untuk Membangun Kehidupan Bernegara yang Lebih Demokratis

Tjhai Chui Mie Rayakan Imlek dengan Joget

Walikota Tjhai Chui Mie berharap kota Singkawang dikenal hingga ke mancanegara dengan kekayaan budayanya dan keberagaman yang saling toleran.

TNI AL Diperintahkan Cegat Bandar Narkoba

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan kepada TNI AL untuk menyergap aksi yang dilakukan oleh pengedar narkoba.

Kalau Perlu Tembak Mati Bandar Narkoba

Untuk mengantisipasi semakin maraknya, negara wajib bertindak lebih tegas lagi. Bila perlu, para bandar yang ditangkap ditembak mati di tempat.

Lebih 20 Ha Lahan Gambut Terbakar

Kapolda dan Kapolresta beserta PJU Polda Kalbar lainnya langsung turut serta berjibaku memadamkan api dengan penyemprotkan air dari selang mobil petugas pemadam kebakaran.

Islam Tidak Melarang Ucapkan Selamat Imlek

Sama dgn mengucapkan Slamat Tahun Baru 2018, Insyaallah tidak ada larangan dalam Islam utk sekadar mengucapkan Gong Xi Fat Cai, kata Mantan Ketua MK Mahfud MD

Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Kalau Perlu Bandar Narkoba Ditembak Mati Di Tempat


Jakarta, Warta Khatulistiwa
Anggota Komisi III DPR Adies Kadir mengatakan banyaknya narkoba yang diselundupkan itu menunjukkan bahwa bandar-bandar dunia telah menjadikan Indonesia sebagai pasar besar. Untuk mengantisipasinya, negara wajib bertindak lebih tegas lagi. Bila perlu, para bandar yang ditangkap ditembak mati di tempat. Tujuannya, agar mereka tidak lagi berani memasukkan narkoba ke negeri ini.

Dikemukakannya usulan itu terkait dengan digagalkannya  penyelundupan sabu sebanyak 1,6 ton di Kepulauan Riau, (20/2/2018) oleh Tim Gabungan Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Satgas Khusus Polri, dan Bea Cukai. Sebelumnya, pada 7 Februari lalu, TNI Angkatan Laut bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap kapal asing Sunrise Glory yang membawa 1 ton sabu, juga di Kepulauan Riau.

"Fenomena (penangkapan narkoba yang jumlah besar) ini sudah dua kali ditemukan di Perairan Anambas. Ini menunjukkan negara ini sudah menjadi sasaran empuk para bandar dan mafia narkoba kelas dunia," ucap politisi Golkar ini, Rabu (21/2).

Kata Adies, tidak bisa dipungkiri bahwa para bandar ini selalu mencari jalan untuk memasukkan narkoba ke Indonesia melalui jalur-jalur tikus di perbatasan, baik melalui darat, laut, maupun udara.

Untuk itu, dia mendukung setiap kebijakan yang diambil TNI, BNN, Kepolisian, Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, dan lembaga terkait untuk meredam masuknya narkoba dari jalur tikus ini.

"Sebab, ini tidak bisa dianggap enteng lagi. Sudah darurat narkoba ini. Jadi, pemerintah harus berikan perhatian ekstra pada pemberantasan narkoba. Jangan cuma menangkap pengedar-pengedarnya yang kecil-kecil, tapi juga buru bandar-bandar besarnya. Harus dicari itu," tegas dia.

Mengenai gembong narkoba terpidana mati, Adies satu suara dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Dia ingin para gembong itu segera dieksekusi. Kejaksaan Agung jangan lagi menunda-nunda eksekusi itu.

"Perangi narkoba jangan tanggung-tanggung. Kalau perlu dananya, kami (DPR) tambah. Pengedar jangan diberi ampun. Ditembak mati saja atau diberi hukuman mati. (Sebab), kita sekarang jadi sasaran mereka," tandasnya. (rm)

Rabu, 21 Februari 2018

Anak dan Mantu Nyabu, Elvy Sukaesih Ikut Diperiksa Polisi


Jakarta, Warta Khatulistiwa
Ratu Dangdut Elvy Sukaesih akan diperiksa oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya (PMJ). Hal ini dilakukan terkait kasus penyalahgunaan narkoba yang menimpa anak-anak dan menantunya.

AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya (PMJ) menyatakan bahwa Elvy Sukaesih akan segera diperiksa.
“Kami segera akan periksa ES (Elvy Sukaesih) terkait kasus sabu yang menjerat anak dan menantunya,"  katanya saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018).

Artis peran Dhawiya Zaida sangat menyesali perbuatannya mengonsumsi narkonba. Ia pun ingin meminta maaf pada Elvy Sukaesih sang bunda. Hal tersebut dikatakan kakak iparnya Zecky Alatas setelah menjenguk Dhawiya. Zecky menuturkan bahwa Dhawiya ingin meminta maaf sebagai seorang anak kepada ibunya.

"Pasti kalau anaknya bersalah, akan minta maaf pada ibunya karna merasa bersalah," ucap Zecky Alatas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Senin (19/2/2018).

Zecky juga menyebutkan jika Dhawiya merasa bersalah kepada sang bunda Elvy Sukaesih. "Ya itu pasti yaa (merasa bersalah) mungkin akan bicara langsung sama uminya. Ada antara anak dan ibu," ucap Zecky.

Sejak Dhawiya ditangkap dan mendekam di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, karna kasus narkoba Elvy Sukaesih belum terlihat menemui putri bungsunya tersebut.

Dhawiyah tidak sendiri ketika terciduk di kediamannya, artis peran tersebut bersama kedua kakaknya, satu kakak iparnya, dan tunangannya.Dari penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan dua paket sabu seberat 0.45 gram dan 0.49 gram serta alat hisap. (tri)


Minggu, 18 Februari 2018

Kedapatan Bawa 5 Kg Sabu Warga KalBar Ditangkap Polisi Malaysia

Lima warga Kalbar yang ditangkap Polisi Malaysia karena Bawa Sabu 5 Kg (foto: Fb)

Pontianak, Warta Khatulistiwa
Karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 5 kilogram, lima warga Kalimantan Barat (Kalbar) ditangkap PGA (Pasukan Gerakan Amm/Polisi Hutan) Malaysia.  Kelima warga Kalbar itu masing-masing berinisial JB (37), warga Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya; RD (28), warga Gang Kurnia 2, Jalan Parit Tengah, Pontianak; NP (56), BH (26), dan KH (45), warga Dusun Camar Bulan Temajuk, Paloh, Kabupaten Sambas.

Awalnya kelima warga Kalbar ini mengendarai tiga sepeda motor di depan Pos Batalion 11 PGA Telok Melano, Kamis (15/2/2018) sekitar pukul 16.30 waktu setempat. Karena petugas mencurigai gerak-geriknya, ketiga motor itu dihentikan. Kepada petugas, kelimanya mengaku dari arah Kampung Telok Melano, menuju kawasan Sempadan (perbatasan) Malaysia-Indonesia yang terletak di Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Saat diperiksa petugas, ditemukan sekitra 5 kilogram serbuk kristal yang diduga narkoba jenis sabu-sabu dalam tas mereka. Barang tersebut dikemas dalam 5 kemasan aluminium foil. Setelah itu, lima warga Kalbar beserta sepeda motor dan sabu tersebut langsung diamankan ke IPD Bau (Ibu Pej Daerah/Kantor Polisi di Bau) untuk diperiksa lebih lanjut.

Rabu, 14 Februari 2018

TNI AL Diperintahkan Cegat Bandar Narkoba di Laut


Batam, Warta Khatulistiwa
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tampak geram ketika menyaksikan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 1 ton yang berhasil diamankan oleh TNI Angkatan Laut dari Komando Armada RI Kawasan Barat dengan KRI Sigurot-864 di perairan Selat Philips, Kepulauan Riau.

"Melihat hampir 1 ton narkoba jenis sabu yang telah diamankan dalam operasi pengamanan perbatasan oleh KRI Sigurot, ini bukti bahwa Indonesia telah dijadikan pasar bagi pengedar narkoba yang dilakukan oleh produsen dan pengedar lintas negara," kata Hadi Tjahjanto di Dermaga Lantamal Batam, Minggu, 11 Februari 2018.

Panglima TNI menginstruksikan kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Laut untuk aktif menjaga perbatasan perairan Indonesia. Menurut Hadi, upaya penyelundupan narkoba di Indonesia dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh jaringan pengedar narkoba internasional. Upaya peredaran itu, lanjut Hadi, dilakukan untuk merusak moralitas generasi muda bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, Hadi meminta seluruh jajaran TNI untuk bersinergi dengan institusi lainnya dalam upaya melakukan pencegahan serta pengungkapan modus operandi penyelundupan barang haram itu yang dilakukan oleh jaringan pengedar narkoba internasional.

"Saya perintahkan kepada TNI AL. Untuk laksanakan upaya-upaya menghalau, menyergap terhadap aksi yang dilakukan oleh pengedar narkoba. Tentunya hal ini harus dilakukan dengan bekerja sama dengan stakeholder lainnya, seperti Kepolisian, BNN, Bea Cukai, dan lain-lain. Sehingga upaya mereka melakukan penyelundupan di wilayah NKRI bisa dihalau seperti yang kita lihat sekarang ini," kata Hadi.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI memberikan penghargaan kepada seluruh kru kapal KRI Sigurot 864 yang berhasil membekuk kapal MV Sunrise Glory di perairan Batam. Sinergitas TNI dengan instansi lain seperti BNN, Polri, Bea Cukai dan unsur lainnya, terbukti mempu menghalau masuknya narkoba ke wilayah RI.

"Ini harus mendapatkan apresiasi. Karena menangkap kapal ini tidak mudah, menangkap kapal ini sudah direncanakan sejak Desember 2017, dan baru bisa ditangkap Februari 2018," kata Hadi.

Menurut Hadi, penangkapan penyelundupan sabu sabu sebanyak 1 ton ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Sebab, dengan berhasil ditangkapnya kapal penyelundup narkoba berbendera negara luar itu, TNI telah berhasil membantu menyelamatkan jutaan jiwa generasi penerus bangsa.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh awak KRI Sigurot dan pihak lainnya, bahwa kalian semua sudah menunjukkan kinerjanya untuk negeri ini," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hadi secara langsung memberikan penghargaan kepada nakhoda kapal KRI Sigurot 864, Mayor Laut (P) Arizzona Bintara. "Komandan kapal telah menunjukkan naluri tempur di laut, teruskan karyamu di negeri ini," kata Hadi. (ase)

Selasa, 13 Februari 2018

Razia Narkoba Jaring 7 Pengguna


Pontianak, Warta Khatulistiwa  
Sebanyak tujuh orang pengunjung tempat hiburan malam (THM) di kawasan Jalan Budi Karya, Pontianak Selatan, Kalimantan Barat terjaring razia gabungan, Minggu 11 Februari 2018 malam. Tujuh pengunjung dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine di tempat.

Komandan Polisi Militer (Pom) Lantamal XII Pontianak Letkol Laut (PM) Hendri AP Sinaga menerangkan, operasi gangguan ketertiban dan yustisi gabungan Kota Pontianak ini melibatkan Polisi Militer TNI AD, Polisi Militer TNI AU, Propam Polda Kalbar, BNNP Kalbar serta Satpol PP.

“Tujuannya, untuk meningkatkan disiplin, loyalitas, moralitas, dan kepatuhan hukum prajurit maupun masyarakat,” ujarnya kepada sejumlah wartawan usai memimpin operasi.

Dalam operasi di sejumlah THM ini, lanjut Hendri, tim gabungan mengecek identitas pengunjung dan memeriksa barang bawaan yang dimungkinkan terdapat membawa narkoba, senjata tajam, senjata api (senpi) serta barang berbahaya lainnya. “Karena kita melibatkan semua unsur, jadi semua pengunjung baik sipil maupun militer semuanya diperiksa,” tegas Hendri.

Setiap pengunjung, lanjut dia dilakukan pemeriksaan urine di tempat oleh petugas BNNP Kalbar. “Dari beberapa pengunjung, telah terjaring tujuh orang pengguna narkoba di tempat hiburan malam kawasan Jalan Budi Karya. Mereka diserahkan kepada penyidik BNNP untuk proses lebih lanjut,” ujar Hendri. (noz)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More