Laksanakan Pilkada Serentak dengan Aman dan Jujur untuk Membangun Kehidupan Bernegara yang Lebih Demokratis

Tjhai Chui Mie Rayakan Imlek dengan Joget

Walikota Tjhai Chui Mie berharap kota Singkawang dikenal hingga ke mancanegara dengan kekayaan budayanya dan keberagaman yang saling toleran.

TNI AL Diperintahkan Cegat Bandar Narkoba

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan kepada TNI AL untuk menyergap aksi yang dilakukan oleh pengedar narkoba.

Kalau Perlu Tembak Mati Bandar Narkoba

Untuk mengantisipasi semakin maraknya, negara wajib bertindak lebih tegas lagi. Bila perlu, para bandar yang ditangkap ditembak mati di tempat.

Lebih 20 Ha Lahan Gambut Terbakar

Kapolda dan Kapolresta beserta PJU Polda Kalbar lainnya langsung turut serta berjibaku memadamkan api dengan penyemprotkan air dari selang mobil petugas pemadam kebakaran.

Islam Tidak Melarang Ucapkan Selamat Imlek

Sama dgn mengucapkan Slamat Tahun Baru 2018, Insyaallah tidak ada larangan dalam Islam utk sekadar mengucapkan Gong Xi Fat Cai, kata Mantan Ketua MK Mahfud MD

Rabu, 14 Februari 2018

Islam Tidak Melarang untuk Ucapkan Selamat Imlek


Jakarta, Warta Khatulistiwa
Mantan Ketua MK Mahfud MD mengucapkan selamat tahun baru Imlek lewat Twitter. Baginya, ucapan tersebut tidak dilarang dalam agama Islam. Ucapan itu diunggah Mahfud bersama fotonya saat di Singkawang. Dia memakai pakaian khas Tionghoa.

"Sama dgn mengucapkan Slamat Tahun Baru 2018, Insyaallah tidak ada larangan dalam Islam utk sekadar mengucapkan Gong Xi Fat Cai, selamat tahun baru 2569. Mari bangun kedamaian," tulis Mahfud, seperti dikutip pada Selasa (13/2/2018).

Tweet Mahfud ini mendapat reaksi dari netizen, termasuk mereka yang menepis pendapat Mahfud bahwa memberi ucapan Imlek tidak dilarang dalam Islam. Mahfud berkukuh pada pendiriannya.

"Anda tak usah ngucapkan saja kalau Anda anggap itu dosa. Saya akan tetap mengucapkan: selamat tahun baru 2018, selamat tahun baru Imlek 2569, Gong Xi Fat Cai," ungkapnya.

Perdebatan berlanjut tentang apakah Imlek merupakan upacara agama atau bukan. Mahfud lalu kembali mengemukakan pendapatnya. "Imlek itu bkn upacara agama. Ia hitungan tahun Cina yg sdh 2569 tahun; jauh lbh tua dari thn hijriyah Islam yg baru 1439 thn atau tahun masehi yg baru 2018 tahun. Jadi ini hrs kita hormati sbg salah satu petanda peradaban manusia yg sdh tua," tulis Mahfud. (dtn)

TNI AL Diperintahkan Cegat Bandar Narkoba di Laut


Batam, Warta Khatulistiwa
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tampak geram ketika menyaksikan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 1 ton yang berhasil diamankan oleh TNI Angkatan Laut dari Komando Armada RI Kawasan Barat dengan KRI Sigurot-864 di perairan Selat Philips, Kepulauan Riau.

"Melihat hampir 1 ton narkoba jenis sabu yang telah diamankan dalam operasi pengamanan perbatasan oleh KRI Sigurot, ini bukti bahwa Indonesia telah dijadikan pasar bagi pengedar narkoba yang dilakukan oleh produsen dan pengedar lintas negara," kata Hadi Tjahjanto di Dermaga Lantamal Batam, Minggu, 11 Februari 2018.

Panglima TNI menginstruksikan kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Laut untuk aktif menjaga perbatasan perairan Indonesia. Menurut Hadi, upaya penyelundupan narkoba di Indonesia dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh jaringan pengedar narkoba internasional. Upaya peredaran itu, lanjut Hadi, dilakukan untuk merusak moralitas generasi muda bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, Hadi meminta seluruh jajaran TNI untuk bersinergi dengan institusi lainnya dalam upaya melakukan pencegahan serta pengungkapan modus operandi penyelundupan barang haram itu yang dilakukan oleh jaringan pengedar narkoba internasional.

"Saya perintahkan kepada TNI AL. Untuk laksanakan upaya-upaya menghalau, menyergap terhadap aksi yang dilakukan oleh pengedar narkoba. Tentunya hal ini harus dilakukan dengan bekerja sama dengan stakeholder lainnya, seperti Kepolisian, BNN, Bea Cukai, dan lain-lain. Sehingga upaya mereka melakukan penyelundupan di wilayah NKRI bisa dihalau seperti yang kita lihat sekarang ini," kata Hadi.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI memberikan penghargaan kepada seluruh kru kapal KRI Sigurot 864 yang berhasil membekuk kapal MV Sunrise Glory di perairan Batam. Sinergitas TNI dengan instansi lain seperti BNN, Polri, Bea Cukai dan unsur lainnya, terbukti mempu menghalau masuknya narkoba ke wilayah RI.

"Ini harus mendapatkan apresiasi. Karena menangkap kapal ini tidak mudah, menangkap kapal ini sudah direncanakan sejak Desember 2017, dan baru bisa ditangkap Februari 2018," kata Hadi.

Menurut Hadi, penangkapan penyelundupan sabu sabu sebanyak 1 ton ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Sebab, dengan berhasil ditangkapnya kapal penyelundup narkoba berbendera negara luar itu, TNI telah berhasil membantu menyelamatkan jutaan jiwa generasi penerus bangsa.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh awak KRI Sigurot dan pihak lainnya, bahwa kalian semua sudah menunjukkan kinerjanya untuk negeri ini," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hadi secara langsung memberikan penghargaan kepada nakhoda kapal KRI Sigurot 864, Mayor Laut (P) Arizzona Bintara. "Komandan kapal telah menunjukkan naluri tempur di laut, teruskan karyamu di negeri ini," kata Hadi. (ase)

Selasa, 13 Februari 2018

Razia Narkoba Jaring 7 Pengguna


Pontianak, Warta Khatulistiwa  
Sebanyak tujuh orang pengunjung tempat hiburan malam (THM) di kawasan Jalan Budi Karya, Pontianak Selatan, Kalimantan Barat terjaring razia gabungan, Minggu 11 Februari 2018 malam. Tujuh pengunjung dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine di tempat.

Komandan Polisi Militer (Pom) Lantamal XII Pontianak Letkol Laut (PM) Hendri AP Sinaga menerangkan, operasi gangguan ketertiban dan yustisi gabungan Kota Pontianak ini melibatkan Polisi Militer TNI AD, Polisi Militer TNI AU, Propam Polda Kalbar, BNNP Kalbar serta Satpol PP.

“Tujuannya, untuk meningkatkan disiplin, loyalitas, moralitas, dan kepatuhan hukum prajurit maupun masyarakat,” ujarnya kepada sejumlah wartawan usai memimpin operasi.

Dalam operasi di sejumlah THM ini, lanjut Hendri, tim gabungan mengecek identitas pengunjung dan memeriksa barang bawaan yang dimungkinkan terdapat membawa narkoba, senjata tajam, senjata api (senpi) serta barang berbahaya lainnya. “Karena kita melibatkan semua unsur, jadi semua pengunjung baik sipil maupun militer semuanya diperiksa,” tegas Hendri.

Setiap pengunjung, lanjut dia dilakukan pemeriksaan urine di tempat oleh petugas BNNP Kalbar. “Dari beberapa pengunjung, telah terjaring tujuh orang pengguna narkoba di tempat hiburan malam kawasan Jalan Budi Karya. Mereka diserahkan kepada penyidik BNNP untuk proses lebih lanjut,” ujar Hendri. (noz)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More